Jumat, 05 Agustus 2016

Insight: Wlingi dan Blitar, Jawa Timur

hallo!

seneng banget deh rasanya kalo dapet inspirasi buat nulis sesuatu yang bisa dibaca untuk semua orang. iya, kali ini gue mau nulis tentang Wlingi dan Blitar, salah satu kecamatan dan kabupaten di Jawa bagian Timur. gue terinspirasi dari video youtube-nya Chika-sama tentang kehidupan orang-orang di Vienna, Austria. di video-nya, dia juga ngewawancarain beberapa orang Vienna tentang, "Vienna tuh gimana sih?". jadi, kita diajak melihat Vienna dari sudut pandang citizen-nya langsung. seru banget deh!

nah, kalo tulisan yang gue bikin ini dari pengalaman gue aja. as you know, karena Wlingi is my mom hometown. dalam kurun waktu delapan bulan ini gue ke Wlingi udah dua kali, di bulan Juni dan Juli. yang pertama cuma sehari semalam karena abis dari Surabaya, kedua karena mudik lebaran. dua minggu gue di sana, buat gue sedikit banyak paham dengan culture yang ada di sana. tahun ini bukan tahun pertama gue pulang kampung tentunya, dari gue masih kecil sampe terakhir tahun 2014 gue udah ke sana. bukan berarti gue tau banget tentang dua tempat itu, tapi yang bikin beda di tahun ini adalah cara pandang gue aja. gimana gue melihat sesuatu yang kemudian bisa jadi cerita untuk orang-orang.

sebelum gue ngasih tau lebih dalam tentang Wlingi dan Blitar, gue mau kasih tau dulu secara luasnya. jadi, Blitar adalah sebuah kabupaten. dan tempatnya bapak presiden pertama Republik Indonesia sekaligus bapak proklamator kita, Ir. Soekarno dilahirkan. sedangkan Wlingi adalah bagian dari Blitar, yaitu kecamatan. biasanya orang-orang Jakarta taunya ya Blitar, coba kalau kita tanya Wlingi, Talun, Garum, jarang ada yang tau.
  "Asalnya mana?"
  "Blitar"
  "Blitarnya mana?"
  "Wlingi"
  "Wlingi tuh di mana?"
  "udah mau deket-deket Malang.."
.... iya, itu percakapan yang biasa gue lakukan.

kalo mau diibaratin berdasarkan tempat bukan dari sistem pemerintahannya, Blitar itu Jakarta, Wlingi itu Depok. gitu. nah, bahas masalah pemerintahan, gue agak bingung sih sama sistem pemerintahan di Blitar. di sana itu kabupaten which is dipimpin oleh bupati tapi ada kantor wali kotanya. jadi, kantor bupati dan wali kota itu berjejer gitu lokasinya di depan Alun-Alun Blitar. gue emang gak begitu paham sih sama sistem pemerintahan gitu, cuma ya bingung aja. kabupaten dipimpin oleh bupati tapi kok ada wali kotanya. mungkin kalo ada pembaca yang bisa jelasin ke gue, bisa dijelasin di kolom komentar hehe.

karena Wlingi itu bagian dari Blitar, cakupannya pasti lebih kecil dong dibanding pusatnya. di Wlingi ini, kita masih bisa ngeliat banyak banget hamparan sawah, kebun, sungai, rumah-rumah yang masih pake bambu dan anyaman, belum ada lantai jadi di dalem rumah juga harus pake sendal, jarak tetangga yang lumayan beda sama di tempat kita yang kanan kiri tetangga. masih ada juga yang masak pake tungku, beberapa rumah juga masih ada yang kamar mandi sama rumahnya misah. ya, something like that.

hmm.. kira-kira udah kebayangkan gambaran secara luas Wlingi dan Blitar?

nah, kalo udah, lanjut deh gue bahas agak lebih mendalam lagi tentang dua tempat di Jawa Timur ini.



tata kota

gue, honestly, suka banget banget banget sama yang namanya tata kota. gue tuh kalau kemana-mana yang gue perhatiin kalau gak gedung atau bangunan bertingkat ya tata kotanya. gimana cara sebuah kota itu jadi indah, tertata, seragam. ugh, i loved it.

baik Wlingi maupun Blitar, mereka sama-sama punya tata kota yang bagus dan terjaga dari tangan-tangan usil. di setiap jalan ada trotoar dan jejeran pot bunga atau tanaman gitulah. jejeran pohon di pinggir jalan tertentu juga masih terjaga. walaupun bukan pohon besar, tapi dari pohon-pohon atau jejeran tanaman di pot itu yang buat udara sekitar tetap terjaga. pengendara motor di sana emang banyak cuma gak sebanyak di Jakarta, of course, tapi, mereka tetap melakukan penghijauan. mempertahankan udara agar tetap bersih dan segar. feels like hometown.

cuma yang lebih keliatan tertata banget itu di Wlingi. ya, karena Wlingi cakupannya lebih kecil dari Blitar, jadi lebih mudahlah pasti untuk menyeragamkan lingkungannya. di Wlingi, sepanjang jalan tuh diseragamin dengan cat biru dan putih. baik itu pembatas jalan, pot tanaman, jembatan, gapura, even pohon pun juga di cat. jadi, kalau diliat secara keseluruhan emang keliatan banget rapih dan bersih.


pembagian wilayah

mungkin cuma gue aja, tapi setelah gue perhatiin, pembagian wilayah di sana itu banyak banget. ini cukup bikin bingung sih. kayak baru naik kol (*kendaraan umum di sana) berapa meter doang tau-tau udah beda wilayah. contohnya di Wlingi nih, rumah budeh gue itu di Tangkil, jalan beberapa meter tau-tau udah Pandean jalan lagi tau-tau udah Beru. jadi, baru jalan sebentar aja nama daerahnya tuh udah beda. mungkin bagi orang yang bukan asli yang bener-bener tinggal di sana bakalan bingung, kayak gue ini.


bagaimana mereka berkendara

emangnya orang Wlingi tuh naik motornya gimana sih? nyetirnya menghadap ke belakang? apa menghadap kiblat? hahahaha. ya, jadi, pengendara motor di sana tuh pada super duper ngebut semuaaa kayak orang kebelet. mau itu ibu-ibu, bapak-bapak, anak kecil semuanya suka ngebut. saking ngebutnya, angka kecelakaan di sana juga ya lumayan banyak. terakhir yang gue tau itu awal agustus ini, ada kecelakaan ibu dan dua anaknya di Talun. ibu sama anak keduanya meninggal di tempat, anak pertamanya kritis. kecelakaan gara-gara ngebut nyalip dari kanan dan gak tau kalo ada truk dari arah sebaliknya.

selain ngebut, yang gue gak suka dari pengendara di sana adalah mereka gak mau untuk berhenti sebentar aja ngasih pejalan kaki nyebrang. susah banget kalo mau nyebrang tuh karena pengendaranya gak mau ngalah. jangan ditiru ya guys


keseharian

terlepas dari kebiasaan mereka berkendara di atas, dalam kehidupan sehari-hari mereka itu orangnya baik banget. peduli banget sama sekitar. jiwa gotong royongnya masih ada banget deh. mereka gak sungkan untuk nyapa duluan, berbagi apapun literally apapun ke tetangganya, kalau tetangganya ke susahan atau repot tanpa diminta dia bakal dengan senang hati membuka tangannya untuk membantu. mantap.


pekerjaan

karena di Wlingi itu masih banyak hasil bumi, mata pencaharian orang Wlingi ini gak jauh-jauh sama yang namanya berkebun, bertani, berdagang, dan kadang mereka juga kerja buat rumah orang. di sana disebutnya "tukang". iya, tukang buat rumah.

Pasar Wlingi
ini bersih banget coy

beda lagi nih sama Blitar. karena Blitar itu udah cukup besar, jadi pekerjaan yang exist di sana itu sebagai PNS. well, di sana banyak banget instansi pemerintahan jadi gak heran kalau di sana banyak pegawai-pegawai dengan seragam coklatnya. selain sebagai pegawai, karena Blitar juga cukup banyak tempat wisata bersejarah dan yang paling khas itu Alun-Alun Kota dan Taman Makam Ir. Soekarno, banyak juga orang-orang yang dagang barang-barang khas untuk oleh-oleh atau souvenir. mulai dari gelang, gantungan kunci, baju, dll.

gerbang Alun-Alun Kota Blitar
makam Ir. Soekarno
perpustakaan Ir. Soekarno



sekolahan

kayaknya bagian ini akan jadi bagian yang paling seru nih. hahaha. ya, gatau juga sih. we'll see..

sekolah, tempat kita mendapat ilmu selama 12 tahun dari jenjang SD, SMP, dan SMA. yang gue perhatiin, di sana, both di Wlingi dan Blitar, kayaknya cuma dikit banget bisa diitung pake jari sekolah yang swasta. di sana banyak banget sekolah negeri. di setiap kecamatan itu punya SDN 1, SMPN 1, dan SMAN 1. sekali lagi, di setiap kecamatan. ke-ca-ma-tan. dan di setiap kecamatan itu punya tiga sampai empat SDN, SMPN, dan SMAN, itu artinya, chance untuk masuk negerinya tuh besar banget. hahaha. kalaupun gak keterima di kecamatan sendiri, bisa pindah ke kecamatan sebelah.

di sisi lain, karena di setiap kecamatan punya SDN 1, SMPN 1, dan SMAN 1, yang udah jadi mindset banget, apapun yang nomor satu itu pasti bagus. dan itu terbukti di sana, semua SDN 1, SMPN 1, dan SMAN 1 di sana bener-bener nomor satu! luxury banget deh! gue waktu itu pernah lewatin SMAN 1 Blitar, kalau kalian tau Cakra Buana kayak gimana, yaudah itu sama kayak SMAN 1 Blitar. mantap abis lah pokoknya.

kayaknya SDN 1, SMPN 1, dan SMAN 1 di sana itu kalau di sini bisa disetarain sama Cakra Buana, Dian Didaktika, Avicenna. super mantap kan?

oiya, gue juga perhatiin, semua sekolah di Blitar itu didominasi dengan warna merah, putih, abu-abu, dan hitam. udah pasti yang pertaman kita notice kalau kita liat langsung adalah merah dan putihnya. sebenernya gak cuma sekolahannya aja sih, hampir semua gedung pemerintahan, tata kota, sarana umum lainnya juga didominasi warna merah dan putih. dan gue sadar, Blitar itu tempat lahirnya orang besar Indonesia, of course, masyarakat Blitar bangga dengan fakta itu. mereka memerah putihkan hampir semua sarana dan prasarana sebagai tanda penghormatan. dan yang gue tau, setiap 17 Agustus atau 10 November di sana selalu diadain festival kemerdekaan gitu. diikutin semua lapisan masyarakat sebagai tanda hormat pada pahlawan khususnya bapak Ir. Soekarno.



  nah, kayaknya udah lumayan banyak nih informasi lebih dalam tentang Wlingi dan Blitar. semoga bisa bermanfaat dan sekali lagi, ini dari sudut pandang gue, kalau ada orang lain yang lebih tau tentang Wlingi dan Blitar atau bahkan orang asli sana, baca tulisan gue ini dan ternyata gue ada salah-salah di bagian mana bisa dikasih tau dengan baik-baik di kolom komentar. :))

hmm, tapi kayaknya sih gak ada yang salah cuma sudut pandang kita aja yang berbeda. hahaha

bye~



sincerely,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar