Minggu, 27 November 2022

Opini: Influensi lewat medium TikTok

 Siapa di sini pengguna TikTok?


Muncul di tahun 2016, lalu merger dengan pendahulunya di tahun 2017, TikTok sampai hari ini masih jadi wadah mencari hiburan di media sosial berbasis video. Tapi, apa kalian ingat di tahun 2013-2014 lalu ada yang tak kalah dari TikTok? Ya, betul. Musical.ly amat marak digunakan terutama untuk lipsync sebuah lagu di tahun tersebut. Setelah dibeli TikTok kemudian bergabung di dalamnya, kekuatan dari dua aplikasi itu juga ikut bergabung menjadi lebih dari sekadar media sosial untuk lipsync. Klaim yang ditawarkan saat ini adalah TikTok dapat menonton, membagikan, menemukan, mempelajari, melakukan siaran langsung, daftar musik terkini, dan memberi efek video apapun yang diunggah di TikTok. Dan bahkan sampai hari ini juga, TikTok telah diunduh lebih dari 100 juta orang di Playstore.


Hantaman pandemi di kuarter pertama 2020, dilanjut dengan lockdown di tiap sektor lah yang membuat semua orang mencari hiburan sendiri untuk memangkas hari-hari. TikTok pun tak luput dari media sosial yang dipakai untuk mencari hiburan juga membuat hiburan. Video singkat di TikTok amat luas cakupannya, mulai dari yang mendidik, mendidik dan menghibur, atau bahkan hanya sebatas menghibur. Informasi, promosi, gerakan tari; dapat dijumpai di TikTok. Durasi singkat 15-60 detik, buat video yang disuguhkan singkat dan bergulir cepat. Hingga medium ini lah yang akhirnya digunakan pembuat konten (content creator) untuk mengunggah video singkat buah masak dari pohon kreativitas mereka.


Content creator yang merambah ke TikTok jadi adaptasi di masa pandemi, terlebih lagi untuk skala perusahaan, yang mana bertujuan untuk mendekati calon konsumen dan membangun ikatan dengan mereka. Atau dengan sebutan lainnya adalah sebagai media sosial pemasaran. Harapannya adalah brand awareness dan peningkatan penjualan dengan metode viral marketing. Viral marketing sendiri artinya virus yang digunakan dalam sebuah program pemasaran, sehingga pesan pemasaran akan cepat tersebar dengan waktu yang singkat, biaya yang murah, dan efek yang luas. Biasanya viral marketing ini memerlukan ide orisinil yaitu sifat atau isinya mampu menyebar sporadik dalam populasi tertentu. Nah, dari viral marketing ini, yang mana semua orang telah melihat iklan atau promosi dari video TikTok buatan content creator, akan tercetuslah keputusan pembelian. 


Mudah dioperasikan dan dapat diakses berbagai jenjang usia (minimal 12 tahun), menjadikan TikTok media sosial yang tepat untuk promotional purposes. Ini merupakan bagian dari adaptasi digital di masa pandemi yang dilakukan oleh para content creator, khususnya di ranah perusahaan, untuk tetap kokoh bersaing dalam dunia bisnis. Orisinalitas ide dalam membuat video TikTok jadi pekerjaan rumah utama para content creator. Entah itu untuk pengenalan produk perusahaan, melek produk, atau mempertahankan eksistensi dengan mengisi konten informasi.


TikTok sebagai media sosial pemasaran dipastikan akan terus berkembang. Dalam kasus memasarkan produk, menggunakan influencer dinilai berhasil dalam mempengaruhi audiens melalui konten video TikTok karena lebih interaktif kepada audiens. Narasi tersebut didukung oleh penelitian di tahun 2020 dengan pernyataan 58,8% responden bahwa influencer mampu memberi saran atau solusi dalam memecahkan masalah yang dialami oleh mayoritas audiens di aplikasi TikTok. Dan 83,5% responden juga setuju bahwa influencer berhasil mempengaruhi audiens melalui konten yang disajikan di Aplikasi TikTok.

Sektor pendidikan pun tak luput dari pengaruh media sosial ini. Penelitian di tahun 2013 menyatakan, internet dan media sosial adalah bagian dari budaya di kalangan remaja. Remaja sendiri dibagi menjadi tiga jenjang ukur usia, 1) Masa remaja awal (Early adolescent) umur 12-15 tahun, 2) Masa remaja pertengahan (middle adolescent) umur 15-18 tahun, dan 3) Remaja terakhir (late adolescent) umur 18-21 tahun. Artinya masa remaja kita sebagian besar dihabiskan di bangku pendidikan menengah pertama, sampai kurang lebih kuliah semester enam atau tujuh. Keperluan pendidikan formal di masa remaja juga media sosial yang terus berkembang, bisa jadi dorongan untuk terbentuknya sinergitas antara tenaga  pendidik dengan media sosial untuk membuat konten yang mendidik dan cocok untuk seusia mereka.


Hakikatnya penggunaan media sosial di bidang pendidikan oleh guru untuk pengajaran dan pembelajaran di kelas masih jarang dilakukan, sedangkan penggunaan media sosial oleh siswa sendiri untuk tujuan pembelajaran tampak berlimpah tapi juga insidental atau informal. Hal ini terjadi karena adanya kesenjangan pengetahuan terhadap teknologi antara guru dengan murid yang memang beda jauh generasinya. Maka dari itu diperlukan peran pembuat konten edukasi atau edu-content creator yang dapat menjembatani gap tersebut.


TikTok memiliki algoritmanya sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, algoritma adalah prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas. For your page atau biasa disingkat menjadi ‘fyp’ adalah video-video yang disuguhkan di page atau beranda TikTok Anda dengan menampilkan video yang sering Anda lihat berdasarkan genre-nya. Dibantu dengan hashtag atau tagar yang tepat, orisinalitas ide konten video, rajin mengunggah dan membagikan video TikTok edukasi buatan Anda, bisa jadi dapat mengubah algoritma dari page murid-murid Anda. Hashtag sendiri berperan sebagai kata kunci atau keyword, dan memiliki fungsi yang sama seperti pada media sosial Instagram atau Twitter.


Dengan terjun langsung ke media sosial, TikTok khususnya, pengajar langsung atau edu-content creator setidaknya dapat menjadi angin positif bagi penilaian media sosial yang kerap dianggap negatif dengan membuat konten pendidikan, eksperimen, informasi teranyar, atau bahas soal singkat. Selain itu, secara tidak langsung juga pengajar yang dapat mengoperasikan media sosial TikTok ini dapat memantau aktivitas anak didiknya di media sosial sehingga dapat menjadi rambu-rambu bagi si anak untuk mengunggah atau mengakses hal yang belum sesuai dengan umur mereka. Memberi teguran dan tahu batasan, jadi jawaban mereka para pengajar untuk mereka menyikapi murid (kalangan SD-SMK) yang menggunakan TikTok.


Nah, bagaimana dengan kamu, apa kamu tertarik jadi content creator (edukasi atau umum) di TikTok atau cukup jadi content enjoyer (penikmat konten) aja, nih?  [  ]

Kamis, 20 Oktober 2022

hari dimana bendera putih itu dikibarkan

Bismillahirrahmanirrahim..

Dengan menyebut nama Allaah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..


Ku menulis ini lepas sholat ashar, 1 Februari 2019.


Kurang lebih 4 hari 3 malam kita full barengan. Alhamdulillah, tak terduga, tak pernah terbayang kalo kita "liburan" bareng.


Di rentang waktu itu juga aku jadi makin banyak sadar, makin banyak tau tentang diriku sendiri.


Sering, berulang kali aku bilang kalo kamu hebat dengan segalanya kamu. Jiwa mu besar nan tak terduplikat. Kamu adalah kamu, manusia terautentik nan unik yang pernah aku temui.


Kamu begitu besar, amat besar di mata ku.


Kamu bagai matahari, pusat tata surya, semua planet mengorbit pada kamu yang maha terang.


Aku sadar, amat sangat sadar..

Aku cuma manusia biasa, amat biasa, amat sederhana, tak menarik, bahkan rupawan untuk kamu yang jadi titik rotasi semua orang.


Aku amat takut.

Amat jelek.

Tak bisa apa apa,

Tak tau apa apa..


Kamu tak pantas bersanding dengan aku. Dengan aku yang cuma serpihan meteor yang baru ada karena tumbukan sesama benda langit lain.


Tapi aku tetap saja egois,

Meminta pada Pemilik Jagat Raya untuk mempertemukan ku pada yang seperti mu lagi kelak jika kamu bersama yang lain akhirnya.


Kamu matahari,

Terang menerangi,

Mandiri..


Dekati dia yang memang kamu mau,

Tapi jangan bakar dia,

Tapi jangan bekukan dia,

Dia bukan merkurius,

Dia bukan pluto.


Jadikan dia seperti bumi,

Kau matahari

Yang beri kehangatan cukup,

Terang yang cukup,

Sayang yang cukup,

Cinta yang cukup.

Maka dia akan bahagia.


Karena debu meteor tak lazim cemburu pada matahari.

penggalan surat yang ditulis-kirim pada malam pergantian tahun 2018 ke 2019

.....

.....

Sungguh, aku tak ingat bagaimana kita bisa dekat, obrolan apa yang buat kita sampai di posisi sekarang,

Tapi, jika kata "permanen" itu dirasa terlalu stagnan dan kita --mungkin-- tak lagi dekat kemudian,

Apa-apa tentang satu frekuensi ini akan selalu lekat dan ku ingat.


Nanti tahun depan, semester depan, bulan depan, atau besok pun aku, kita, sama-sama gak tau apa yang akan terjadi.

.....

.....


Depok, 31 Desember 2018

Senin, 13 Juni 2022

[Review] Implora Serum

 


Skin type: oily, acne prone

Pemakaian: satu botol, sejauh ini belum repurchase (Januari~Februari). Ada yang belum habis.

Serum yang di-review:

  • Luminous Brightening Serum (ungu)
  • Acne Serum (oren)
  • Hydrating Serum (biru muda)
  • Midnight Serum (biru tua)
  • Peeling Serum (merah)

Senin, 30 Mei 2022

Fiksi: BURN OUT

 


written for Zakir as a commission.


Sinopsis

Bramantyo Adiwilaga, Ketua Tim Alpha Pemadam Kebakaran Senakarta, selalu mampu menaklukan si jago merah di tiap misinya. Namun, betapa lengahnya ia hingga tak menyadari bahwa ada percikan api yang muncul di rumahnya. Lambat laun api itu membesar, tak terkendali. Kini tugas Brama adalah memadamkan api dalam keluarga kecilnya.


. . .

Index
Bagian I ................ Sulung
Bagian II ............... Anjing Tua
Bagian III .............. Teknologi dan Emosi
Bagian IV ............... Naratemu
Bagian V ................ Rekonsiliasi
Bagian VI ............... Bala
Bagian VII .............. Kilat Kirmizi
Bagian VIII ............. Obituari
Bagian IX ............... Mulanya
Bagian X ................ Kemudian
Bagian XI ............... Mulai Pembalasan
Bagian XII .............. Penyelesaian


Trigger Warning:

Kekerasan dalam rumah tangga antara ayah ke anak, Spontaneus human combustion, Mistis, Profaniti, Kekerasan, Kematian karakter, Salah paham
Total word count: 21,545