Selasa, 10 November 2020

Ceritain Kesan Pesan di Yudisium


klik di sini untuk mendengarkan audio



Yang terhormat Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta, Bapak Ir. Sularno, MSi

Yang terhormat Wakil Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ibu Dr. Meisanti, SP, MP selaku Wakil Dekan I dan Bapak Ir. Sudirman, MSi selaku Wakil Dekan II

Yang terhormat Ketua Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ibu Dr. Rita Tri Puspitasari, MSi

Yang terhormat Dosen dan Karyawan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta

Dan yang tengah berbahagia, teman-teman lulusan tahun 2020, yang saya bangga kan.

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

 

<muqadimah>

 

…..Indonesia merupakan negara agraris penghasil ragam produk pertanian juga perkebunan. Produk pertanian terbagi menjadi ragam subsektor yaitu subsektor tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, peternakan, juga jasa pertanian dan perburuan…..

 

…. Pasti semua teman-teman yang ada di sini akrab dengan penggalan paragraf yang saya baca kan tadi; ya, itu adalah bagian dari pendahuluan –latar belakang skripsi, tugas akhir yang kita kerjakan sebelum resmi dibaiat dengan gelar Sarjana Pertanian. Tapi, sebelum kaki menepak keluar dari ruang sidang, ada banyak jejak langkah perjuangan tercetak di belakangnya. Dan di sini saya ingin mengajak teman-teman semua untuk berjalan mundur, merefleksikan tiap momentum yang terekam dalam tembok bisu Gedung Fakultas Pertanian.

 

5 September 2016, hari senin, hari itu adalah hari pertama masuk kuliah bagi angkatan 2016. Saya ingat mata kuliah pertama saya hari itu adalah Ilmu Pengantar Pertanian, tapi saya datang telat di hari pertama perkuliahan, buat saya berpikir, “Apa ini tandanya gue bakal telat lulus?”

 

Setelah hari itu, semua berjalan baik-baik aja. Oiya, saat itu gedung Fakultas Pertanian letaknya di bawah, mungkin bisa dibilang titik nol-nya UMJ ya Fakultas Pertanian.

 

Ada dua setengah ruang kelas; satu ruang untuk kelas A, satu untuk kelas B, dan setengah untuk kelas?

 

Ya, benar, kelas C. Karena ruangan kelas C harus dibagi dua dengan perpustakaan.

 

Ya, walaupun begitu, dengan kuantitasnya yang cukup, kekeluargaannya jadi terasa hangat dan lekat. Kebun percobaan yang luas, laboratorium yang cukup, juga rimbun dari pepohonan besar sekitar fakultas buat senior betah berlama-lama di fakultas.

 

Iya, senior, soalnya anak 2016-nya waktu itu masih kupu-kupu alias kuliah pulang-kuliah pulang. Belum terkontaminasi organisasi dan kejayaan yang berarti. 

 

Kuliah di gedung bawah cuma berlangsung dua semester untuk anak angkatan 2016, tepat di semester tiga, kita semua udah mulai mobile di gedung pascasarjana yang katanya bakal jadi gedung Fakultas Pertanian. Tapi, sampai saya lulus sekarang, Alhamdulillah…. statusnya masih abu-abu.

 

Mulai semester tiga, saya mulai jadi kura-kura dengan tempurung kejayaan bernama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Selain saya, banyak juga teman-teman yang jadi kura-kura dengan label tempurungnya masing-masing, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Agroteknologi, Himpunan Mahasiswa Islam…., dan lain-lain.

 

Ya, walaupun ada juga yang masih tetap istiqomah jadi kupu-kupu, tapi gak masalah, mereka tetep keren kok! Hehehehehe.

 

Terlepas dari itu, semua mulai aktif, mulai berani bertukar pendapat dan adu argument layaknya “mahasiswa” yang didefinisikan senior-senior kala orientasi dan LDK lalu. Karena, ya, memang begitu lah kampus, laboratorium pendidikan; tempat bertukar ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

 

Selain aktif menjajal dinamika organisasi, di semester tiga ini mulai hectic-hecticnya praktikum. Melipir ke lahan hampir setiap hari, yang mana semenjak pindah gedung di pascasarjana, lahan jadi pindah jauh di samping Guest House. Gotong royong ngangkut pupuk, patungan untuk beli benih, beli konsumsi di lahan; semua rasa capek dan panas terik matahari makin terasa kalau ada temen kelompok yang gak ikut bantuin. Pengen nyoret namanya dari daftar kelompok, ya kasian, tapi dikasianin malah minta dikipasin.

 

Oiya, di semester ini juga ngerasain diajarin Dosen baru yang belum pernah ngajarin angkatan 2016 di semester satu dan dua; sebutan hormat untuk Ibu Dr. Ir. Hj. Elfarisna, MSi dan Ibu Ir. Hj. Helfi Gustia, MSi.

 

Saya jadi ingat dengan cara mengajar Bu Helfi yang unik, beliau selalu membuat “kontrak” nguap dengan mahasiswa ajarnya. Kalau nguapnya sudah lima kali, kelas dibubarkan. Tapi, Alhamdulillah, saya belum pernah nguap dan merasakan kelas dibubarkan karena nguap saat mata kuliah beliau.

 

Selain itu, beliau juga bisa banget spot-spot mahasiswa yang mulai gak konsen saat KBM dan disadarkan kembali dengan dilempari pertanyaan.

 

Bayangin, kalian lagi ngelamunin soto ceker di foodcourt, eh ditanya, “_____, jelaskan respirasi pada buah tomat setelah dilakukan pemanenan!”

 

Nah loh, kan kaget ya…

 

Masuk semester empat, gak banyak yang saya ingat, kecuali kalkulator untuk mata kuliah statistika. Soalnya kalau lupa, mending segera ke fotokopian depan fakultas deh.

  

Semester lima, menurut saya adalah semester terberat, karena ada apa?..... Ada yang tau gak?..... Yap, karena ada Rancob… yang soalnya sama tapi jawabannya bisa beda satu kelas, tapi kalau Db-nya samaan nih kita udah bismillah aja insyaaAllaah jawabannya bener wkwkwkwk---- sebutan hormat untuk Bapak Ir. Junaidi, MSi selaku Dosen Rancangan Percobaan pada masanya.

 

Mungkin sampai di sini teman-teman mengira kalau saya akan menceritakan panjang lebar untuk semester enam, tujuh, dan delapan -------

----- tapi engga kok, karena semester-semester tersebut masih cukup fresh diingatan kita.

 

Gimana bergairahnya kita tapi juga gelisah saat mata kuliah metode penelitian,

Kemudian kita menyebar jauh untuk melaksanakan magang, eh bulan berikutnya udah geser koper aja ke kontrakan tempat KKN….

 

Membahas semester tujuh, belum afdol kalau tidak memberi spot khusus untuk Ilyas Mahendra Amli, SP., sebagai pembuka gerbang kolokium pertama untuk angkatan 2016. Semua angkatan hajatan di kolokiumnya boss anggrek FTan.

 

Kemudian, satu persatu, kita pun melaksanakan penelitian; angkatan 2016 adalah angkatan pertama yang terpecah konsentrasi jadi agroteknologi dan agribisnis. Walaupun begitu kita masih terus berjalan, berjalan, berjalan, berjalan, dan terus berjalan pada satu tujuan yaitu Sarjana Pertanian.

 

Selebrasi hari ini adalah persinggahan sementara atas jejak langkah yang kita tapak perjuangkan.

Setelah ini kita masih harus terus melangkah, sampai nanti tiba di persimpangan dengan pilihan; lanjut S2,  bekerja, atau… menikah.

 

Pun setelah memilih berhaluan kemana, kedua tungkai ini, beralas Nike atau sandal jepit berpeniti, masih tetap –masih harus terus melangkah menjalani pilihan yang dipilih.

 

Dengan nadi yang mendenyutkan semangat perubahan, harapan, dan doa kedua orang tua; menjadi bahan bakar untuk terus berjalan sampai nanti tiba di peraduan.

 

Kita adalah manifestasi dari rasa cinta dan rasa sakit.

Kita adalah komet yang membelah ruang dan waktu, meninggalkan jejak kala menabrak apapun. Serpihannya adalah pengingat kalau sesuatu yang hebat pernah terjadi di sini..

 

1527 hari yang lalu, kita masuk ke dalam gedung susun bata Universitas Muhammadiyah Jakarta, tapi pasti kita bukan orang yang sama saat berjalan keluar.

Dalam perjalanan waktu singkat itu banyak yang berubah, namun begitu banyak juga cerita yang telah ditulis.

Cerita setiap orang berbeda-beda, tetapi yang berarti bagi kita saat ini, kita sama sama duduk di sini dengan memakai toga tanda kelulusan dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta.

 

Saya adalah orang suka bercerita dan menulis cerita, terima kasih semua karena telah mengizinkan saya menceritakan sedikit kisah perjalanan kita bersama sampai pada titik ini.

 

Tapi yang terpenting, saya bangga menjadi bagian dari semua orang yang ada di sini. Jadi, terima kasih kepada Fakultas Pertanian, angkatan 2016, dan lulusan tahun 2020 karena telah mengizinkan saya menjadi bagian dari cerita perjalanan kalian semua.


Billahi fii sabililhaq, Fastabiqul khairat

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


***


hari dimana kita pakai toga dan kebaya..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar