dulu kita temenan, sahabatan, deket banget. kemana-mana dan di mana-mana selalu bareng. selalu punya waktu buat sama-sama. bosennya kamu ya bosennya aku juga, apa-apanya kamu ya apa-apanya aku juga. pokoknya aku sama kamu selalu sama-sama deh. dua individu yang berbeda, aku dan kamu.
sampai suatu ketika, kamu membentuk definisi 'kita' yang baru.
bukan aku dan kamu lagi,
tapi kamu dan dia.
pacar kamu.
cerita-cerita kamu ke aku tentang dia jadi kenyataan seperti di negeri dongeng. aku senang, karena senangnya kamu adalah senangnya aku juga. bukan begitu?
iya.
tapi, sepertinya semakin kamu bersama dia, semakin aku kehilangan sosok kamu.
kamu bersamanya lebih banyak,
kamu dan dia lebih sering,
pendengar mu juga berubah,
jadi dia.
"ayok main!"
"udah janji sama dia.."
"ini waktu ku sama dia.."
"yah mau ke sini sama dia.."
okay, aku paham kamu kok. karena kita kan temenan, sahabatan, yang cuma bisa pahamin kamu. mungkin lain waktu ya, nanti aku ajak kamu lagi. dan sampai lain waktu itu datang, kamu kasih aku alasan-alasan lagi. uang, waktu, tugas adalah pengalihan baru selain dia.
aku benar-benar kehilangan sosok kamu.
cerita-cerita ku jadi tak punya pendengar, padahal kamu sudah punya dia
hari-hari ku jadi tak semenyenangkan waktu itu, padahal kamu sudah punya dia
kamu sudah bahagia sama dia tapi aku malah sedih karena kamu satu-satunya yang aku punya hilang dimiliki orang lain, dianya kamu
sungguh, jahat betul dia
mengambil sahabat dan teman-teman ku
buat aku sendirian
kemudian karena kamu dan dia terlalu lama bersama, sangat lama, bahagia sampai aku lupa kalau kita adalah sahabat, teman dekat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar