Fatimah Az Zahra | PK IMM Faperta UMJ
Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah cabang Cirendeu, dengan umur berdiri yang tak lagi muda,
cabang Cirendeu ini menaungi tujuh komisariat yang berakar di Universitas
Muhammadiyah Jakarta. Zillion sumber daya yang dimiliki, yang
diikat dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dengan latar belakang yang
berbeda-beda dari tiap komisariatnya, membentuk ciri khas tersendiri bagi
cabang di kampus Muhammadiyah tertua ini. Banyak kader dengan heterogenitas dinamik,
mengharuskan adanya pemetaan sumber daya dalam ikatan di cabang Cirendeu.
Bertujuan agar tiap personaliti dapat maksimal di bidangnya sesuai dengan
keinginan, potensi, dan personalitasnya.
Kesesuaian
penempatan individu sangat mempengaruhi kinerja akan hal yang dilakukan.
Pemetaan potensi atau sering disebut dengan istilah Talent Mapping dapat
membantu mempersiapkan suatu organisasi dalam mengelola sumber daya
sehingga dapat terhindar dari berbagai ekses negatif karena kurang efektifnya
atau bahkan tidak adanya perencanaan dalam pengelolaan sumber daya dalam
organisasi. Sehubungan dengan itu, Werner dan Desimone (2011) dalam Mufid
dan Wahyuningtyas (2016) mendefinisikan pengembangan sumber daya manusia (human
resources development) sebagai serangkaian aktivitas yang sistematis dan
terencana yang dirancang oleh organisasi untuk memberikan kesempatan kepada
anggotanya untuk mempelajari keahlian yang diperlukan dalam memenuhi
persyaratan kerja saat ini dan yang akan datang.
Kepribadian
sendiri merupakan cakupan keseluruhan pikiran, perasaan dan tingkahlaku,
kesadaran dan ketidak sadaran yang membimbing orang untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Sejak awal kehidupan,
kepribadian adalah kesatuan atau berpotensi membentuk kesatuan. Rollow May,
berpendapat: personality is asocial
stimulus value, artinya personality itu
merupakan perangsang bagi orang lain. Jadi bagaimana cara orang lain itu
bereaksi terhadap terhadap kita, itulah kepribadian kita.
Dalam
tulisan Suprawinata (2014), pemetaan potensi sumber daya merupakan sebuah
proses yang proaktif. Manakala dilakukan dengan baik akan juga memungkinkan
perusahaan mampu memiliki modal manusia secara just-in-time karena
dengan menganalisa potensi pengembangan akan dapat diketahui juga kekuatan dan
kelemahan dari setiap orang yang sudah ada dalam perusahaan, mempersiapkan
langkah-langkah untuk dapat mengisi celah kompetensi tersebut, serta pada saat
bersamaan perusahaan dapat mengetahui kebutuhan tambahan modal manusia untuk
dapat merealisasikan sasaran-sasaran yang sudah ditetapkan maupun untuk dapat
menyesuaikan kemampuan perusahaan dalam mengikuti perkembangan dinamis yang
terjadi di pasar sehingga perusahaan tetap kompetitif. Hal ini sama dengan
ketepatan dalam memetakan kader-kader sesuai dengan keinginan, minat, dan
potensinya. Jika penempatannya tepat, kader di ikatan cabang Cirendeu dapat
senang dan aktif di bidangnya. Memberikan inovasi dan rela mencurahkan
keseluruhan diri demi ikatan. Dan yang lebih penting, keikhlasan akan ridha
Allaah SWT lah yang hanya diharapkan.
Pemetaan
untuk mencapai keseimbangan pergerakan ini bisa dilakukan salah satunya dengan
mengetahui personalitas dari tiap kader. Di era berkemajuan seperti sekarang
ini, internet bukan lagi hal yang tabu di tiap kalangan maupun ranah lapisan
masyarakat. Pengujian untuk mengetahui personalitas kader dapat
mengunjungi https://www.16personalities.com/. Di sana dapat diketahui
secara detail kepribadian seseorang dan potensi yang dapat dikembangkan
berdasarkan 16 tipe kepribadian, di antaranya si penganalisa INTJ, INTP, ENTJ,
ENTP; si diplomasi INFJ, INFP, ENFJ, ENFP; si penjaga ISTJ, ISFP, ESTJ, ESFP;
dan si petualang ISTP, ISFP, ESTP, ESFP. Semua kepribadian itu merupakan
fundamental dari jiwa seseorang yang apabila orang itu bekerja sesuai dengan
dasar personalitasnya, diharapkan dapat passionate dan dapat
berdaya guna bagi ikatan di komisariatnya juga untuk cabang Cirendeu.
Pengujian
personaliti di atas dapat dilakukan saat melakukan pengkaderan dasar yaitu
Daarul Arqam Dasar. Biasanya setelah DAD atau resmi menjadi kader, kader-kader
muda ini akan dipersilahkan untuk memilih bidang mana yang sesuai dengan
keinginannya. Tapi, tak sedikit pula kader-kader yang masih perlu asupan
nutrisi ini bingung akan bidang yang akan ia pilih. Nah, di sini lah peran
hasil dari pengujian personaliti tadi. Bidang Kaderisasi yang dibantu dengan
Bidang Organisasi, dapat membuat formulasi pemetaan pra kader memilih bidang
yang diinginkan. Dengan begitu, masalah kader merasa tak sesuai passion dapat ditekan.
Seperti
contohnya, seorang kader memiliki kepribadian dan minat di bidang media dan
komunikasi, tapi karena dirasa ia berpotensi di bidang kaderisasi, kader itu
diboyong untuk masuk ke bidang kaderisasi dengan harapan dapat melobi calon-calon
kader. Tapi, seiring berjalannya waktu, karena ia tidak berada di wadah yang
sesuai keinginannya, ia malah setengah hati dalam mengemban amanahnya. Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah memang diperuntukan untuk akademisi yang sering
mengedepankan intelijensi, tapi, bukan kah personaliti juga penting?
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah
seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang
member kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi
antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepadanyalah kamu akan
dikumpulkan. (Q.S. Al-Anfal : 24)
Pada dasarnya, trilogi ikatan adalah
religiusitas, intelektualitas, dan humanitas, namun apalah arti ketiganya tanpa
dibingkai dalam personalitas. Pemetaan berdasarkan personalitas ini dapat
mengimbangi trilogi tersebut. Tipe kepribadian ekstrovert-introvert didasarkan
atas perbedaan respon-respon, kebiasaan-kebiasaan, dan sifat-sifat yang
ditampilkan oleh individu dalam melakukan relasi interpersonal. Pada bidang
tertentu di IMM, ada yang diperuntukan untuk si ekrovert ada juga untuk
introvert. Karena dua label tersebut cukup akrab di telinga kita, bukan?
Eysenck mengemukakan bahwa seseoarang yang memiliki tipe kecenderungan ektrovert
akan memiliki karateristik sabagai berikut: mereka tergolong orang yang ramah,
suka bergaul, menyukai pesta, memiliki banyak
teman, selalu membutuhkan orang lain untuk diajak berbicara, dan menyukai
segala bentuk kerja sama. Mereka tidak jarang selalu mengambil
kesempatan yang datang pada mereka, tidak jarang menonjolkan diri, dan sering
kali bertindak tanpa berfikir terlebih dahulu, secara umum
termasuk individu yang meledak- ledak.
Individu ekstrovert menyukai lelucon, mereka cepat tanggap dalam menjawab
pertanyaan yang ditujukan padanya serta menyukai perubahan. Mereka individu
yang periang dan tidak terlalu memusingkan suatu masalah, optimis dan ceria.
Mereka lebih suka melakukan kegiatan dari pada berdiam diri, cenderung agresif,
mudah hilang kesabaran, kadangkadang kurang dapat mengontrol perasaannya dengan
baik, kadang-kadang mereka juga tidakl dapat dipercaya.
Menurut
Jung, orang ektrovert dipenggaruhi oleh dunia obyektif, diluar dirinya.
Orientasi tertuju pada: pikiran, perasaan terdasarnya terutama ditentukan oleh
lingkungan. Baik lingkungan sosial atau non sosial.
Sedangkan tipe kepribadian introvert
ditandai dengan trait yang bertolak belakang dengan ekstrovert. Trait tersebut
seperti tenang, pasif, tidak ramah, hati- hati, pendiam, bijaksana, pesimis,
damai, tenang, dan terkendali. Sedangkan orang introvert menurut Jung tidak
dipenggaruhi oleh dunia obyektif, tetapi cenderung dari dalam dirinya.
Orientasi tertuju ke dalam: pikiran, perasaan terdasarnya terutama ditentukan
dari dalam dirinya sendiri bukan ditentukan oleh lingkungan
Formulasi berdasarkan 16 kepribadian
dengan tipe ekstrovert dan introvert, untuk pemetaan Ketua Umum, Bidang Kader,
Bidang Hikmah, Bidang SPM, Bidang EKW, dan Bidang SBO lebih baik yang ekstrovert atau untuk
perbidang sendiri paling tidak ada yang ekstrovert. Seperti yang kita tahu,
bidang-bidang tersebut memerlukan keaktifan, luwes, dan retorika yang mumpuni dalam
bertemu dan menghadapi banyak orang. Kemampuan berkomunikasi menjadi sangat
penting dalam bidang ini. Dengan adanya dominasi dari orang-orang ekstrovert,
bidang-bidang tersebut diharapkan dapat berdiaspora membangun relasi antar
komisariat.
Tentu setelah ada ekstrovert, pasti ada
juga introvert. Sekretaris Umum, Bendahara Umum, dan bidang-bidnag yang belum
disebutkan di atas, cocok untuk kader yang berkepribadian introvert. Dan tentu
saja orang-orang ini lah yang menjadi penyeimbang ke’gegabahan’ si ekstrovert
dalam keorganisasian baik tingkat komisariat maupun cabang. Tidak menutup
kemungkinan juga, untuk ektrovert masuk ke wadah introvert pun sebaliknya.
Kajian teoritis ini hanya berisi inovasi dalam melakukan pemetaan sesuai
personaliti kader dan meretas kesenjangan antara minat dan amanah yang diemban.
Memang upaya pemetaan ini terdengar
merepotkan namun upaya untuk mewujudkan sistem perkaderan yang autentik tentu
memerlukan usaha lebih. Pencapaiannya, kader-kader diharapkan mampu berdiaspora
tak hanya di dalam lingkup cabang Cirendeu saja, tapi juga memiliki daya saing
dengan cabang IMM lain. Lagipula, sudah seyogyanya bidang kaderisasi sebagai
formulator untuk memperhatikan kader-kader bukan hanya dari progress kinerjanya
setelah masuk ke dalam bidang atau menjadi Badang Pimpinan Harian, tapi juga
saat masih berkecambah yang perlu unsur hara dan arahan gerak untuk menjadi
tumbuhan kuat nan utuh. Dengan melakukan apa yang sesuai dengan kepribadiannya
juga, loyalitas pada ikatan dapat ikut tumbuh demi memperkuat barikade trilogi
dan trikompetensi dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Cabang Cirendeu.
Referensi:
Mufid.,
dan Wahyuningtyas. 2016. Pemetaan Kebutuhan SBM Berdasarkan Analisis Beban
Kerja (ABK) dan Mutu Layanan Perpustakaan Di Pusat Perpustakaan UIN Maulana
Malik Ibrahim Malang. Libraria Vol. 4 No. 2
http://etheses.uin-malang.ac.id/2260/6/08410139_Bab_2.pdf
**ditulis untuk memenuhi persyaratan membuat esai seleksi Latihan Instruktur Dasar PC IMM Cirendeu tahun 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar